Airport

Bisakah menilai kondisi sebuah wilayah cukup dilihat dari keadaan bandara-nya?
Dari pengalaman gw, kayaknya kok bisa-bisa aja ya.
Mengingat airport secara tidak langsung mempunyai fungsi sebagai pintu gerbang sebuah wilayah (kota/propinsi/negara) tertentu.
Apa yang terjadi di pagar ato pintu gerbang, bisa menceritakan segala kisah yang terjadi di dalam sebuah rumah.
Jika anda melihat pagar dengan cat yang terkelupas, karat dan lumut serta semak liar di sana-sini.. apa pendapat anda soal kehidupan sosial ekonomi penghuni rumahnya?
Demikian juga dengan Bandara Internasional kita, lepas dari fisik bangunannya yang mulai tak terawat, alih-alih ketinggalan jaman, belom lagi soal kebijakan soal pengenaan tarif fiskal! Huh! itu makin memperbodoh anak muda kita yang ingin memperluas wawasan dan menambah ilmu.
Dan ternyata, ketika gw masuk ke negara-negara yang airportnya tertata dengan baik dan benar, keadaan di dalam negara itu pun tak jauh beda dari dugaan gw ketika masuk pintu gerbang-nya tadi.
Fasilitas publik yang tersedia terselenggara dengan baik, dan membuat nyaman warganya.
Lalu, agak lepas dari itu semua, tapi masih dalam konteks ngebanding-bandingin...
Kok kayaknya Indonesia jadi negara paling kacau balau ya?
Padahal beberapa masa yang lalu, Indonesia adalah negara terdepan di Asia tenggara...
sehingga jika saya kalkulasi, jika Indonesia masih belom dewasa juga, dan nggak membuat perubahan,
dalam 5 Tahun, bangsa kita akan jadi bangsa paling tertinggal di Asia...
Semoga Segera ada perubahan di negeri ini.
Amin..
"Perdamaian yang bohong, adalah peperangan yang paling kejam."
- Yudhistira, Raja Amarta.
- Yudhistira, Raja Amarta.


8 Comments:
Yaps.
Gue juga mikir hal yang sama persis pas pulang jalan2 kemarin.
Petugas imigrasi Indonesia paling jutek dan gak ada line khusus Indonesian Passport pula!
Huuh...
saat tergelap pada malam hari adalah saat sebelum terbitnya matahari :)
mudah2an ga tambah ancur yaaa negara kita tercinta ini
Ipang, aku permisi ngutip tulisan kamu yang "Airport" ini ya? Inspiring banget buat aku. Thx.
Stevie - MACS909
Pang,
yang jelas, Bandara Soekarno Hatta & bandara lainnya di Indonesia, tidak pernah buat aku betah untuk menunggu. kalo mau pergi aku usahain mepet bgt ma jadwal keberangkatan, biar gak terlalu lama di bandara. hi..hi.. beda bgt ya ma bandara luar. pesawat delay pun asik2 aja. dan yang pasti bandara kita gak akan bisa buat film kaya film Terminal. he..he..
gerbang/regol > rumah > ruang •••hati/moral/mental••• ruang < rumah < gerbang/regol
ya begitulah sodara-sodara.. =P
wah fotonya kereeeeeeeeeeen (seperti biasa)
pank
Betapa Indonesia menjadi sangat tidak penting lagi di dunia Internasional maupun Asia Tenggara tercermin juga dari penerbangan2 yang sekarang mendarat di JKT. Tahun 1985, Swissair, UTA, Alitalia masih terbang ke Jakarta. Tahun 2007 direct flights dari Amerika & Eropa ke Indonesia makin susut...
Satu lagi, gue selalu curiga dengan bandara2 megalomaniak macam KLIA atau Suvarnabhumi (di Bangkok). Semakin besar kok semakin intimidatif, nggak nyaman...semuanya terobsesi dengan mengagung2kan 'kejayaan' budaya masa lalu yang sebenarnya imajiner... teori gue sementara, semakin megah airport sebuah negara, semakin kerdil sebenarnya pede bangsa tersebut ha ha
whuakakaka!!
iya.. iya.. bisa jadi emang sok-sak an belaka mereka itu, dave.
tapi kayaknya yang paling ancur adalah negara yang udah congkak, kerdil, korup, jelek dan gak nyaman pula airportnya. heuheuheu... =P
semoga indonesia nggak begitu ya =)
Post a Comment
<< Home