Thursday, October 26, 2006

Wukir Muluk Anggegana Paksi

Gw anak Indonesia yang mencintai budaya jawa, bukan semata karena pulau di mana gw dilahirkan, tapi sebuah tatanan yang membentuk jiwa, raga dan karsa gw.
Makin dipelajari, makin luas lagi rahasia dan kebijaksanaan yang mengintip.

Dan ketika, generasi baru rakyat jawa mulai meragukan bahkan mencoba melupakan budaya warisan leluhurnya, maka bangsa lain mencoba mengklaimnya.

Dan akhirnya pada awal tahun 2006, Batik sudah bukan lagi milik bangsa Indonesia.. entah harus berteriak DAMN! pada siapa??.. (sambil menatap sedih kemeja batik yang polanya gw design sendiri dengan materi kain batik hasil batikan eyang buyut gw).

Dan ketika gw dapat tawaran dari panitia AdFest 2007, untuk menyumbang 1 karya bebas, enggak ada lagi yang terpikir selain mencoba menginterpretasi satu dekade adfest dengan sudut pandang 'kejawaan' gw...






















:: Wukir Muluk Anggegana Paksi ::


Dalam budaya masyarakat jawa,
gunungan (gunung, holly mountain) atau kayon (forest, tree of life) yang merupakan bagian dari kesenian wayang mengandung makna dan filosofi yang tinggi.

Sementara, sepuluh gumpalan awan mengiringi gunungan, Sebagai simbol Satu Dasa Warsa Adfest dan siap untuk masuk chapter barunya.
(Dalam berbagai seratan - karya sastra jawa kuno, kehadiran awan dianggap sebagai saat yang tepat buat para sastrawan untuk keluar dari rumah dan mengekspresikan kreatifitasnya)


Disamping sebagai simbol Pembuka Chapter baru dan penanda sebuah kejadian, ato simbol dewa tertinggi (Sang Hyang Wenang), aneka objek dalam Gunungan sendiri membawa pesan bijak tentang arti keseimbangan dalam hidup dan kehidupan.


Digital art berbasis vector ini dapat dibaca sebagai "
Wukir Muluk Anggegana Paksi ", (gunung mengangkasa laksana Burung ). Cara pembacaan symbol seperti ini menggunakan metode 'Sangkalan Memet', sebuah system pengkodean symbol kuno dari budaya masyarakat jawa lebih dari seribu duaratus tahun yang lalu (tahun 700 caka).

Cara penyampaian pesan melalui tuturan visual yang kemudian dapat dibaca sebagai sebuah kalimat yang dapat menjadi pengingat sebuah peristiwa. Yang kemudian tiap kata-nya, dengan membaca dari belakang dapat sekaligus menunjukkan angka tahun kejadian peristiwa tersebut.


Cracking the code:

'Wukir Muluk Anggegana Paksi' adalah Surya Sangkala, sangkalan memet berdasar solar caledar.

Wukir :: Gunung = watak bilangan 7

Muluk :: melayang :: terbang = watak bilangan 0

Anggegana :: Menjulang = watak bilangan 0

Paksi :: Burung = watak bilangan 2


'
Wukir Muluk Anggegana Paksi', menunjukkan angka tahun 2007, dimana AdFest genap satu dekade, dan siap keep improving and changing, paving the way to rise to even greater heights, challenging, inspiring and helping nurture creativity di Asia Pacific region.

Untuk melihat 10 karya dari 10 artist dari 10 negara bisa di check di 1942 CulturaCreativa

Enjoy! =)