Sunday, April 02, 2006

Disko Drama


Dance! Motherfucker, Dance!!! - Violent Femmes

Membran di gendang telinga gw mengenalinya sebagai Musik!
Dan tubuh gw akan meresponnya sebagai Tarian!

...mulai dari Rock (Hard Core khususnya yang kelak melahirkan sXe)
dengan headbang, moshing, pogo dan slam dance-nya.
Ato Hip-Hop yang melahirkan break dance dan free style dance-nya.
Hingga Disko itu sendiri!

Gw akan dateng ke event ato party dimana gw akan nemuin musik yg gw suka (disamping crowd dan tempat yang oke tentu saja).

Tapi gw menolak drug, rokok dan liquor!
Gw nggak butuh itu semua untuk nikmatin musik.

Kesadaran gw adalah absolut!

Otak dan emosional quality gw tak terlalu bebal, sehingga perlu obat penambah kecerdasan untuk sekedar menterjemahkan tiap tone dan beat jadi gerakan yang menyenangkan hati. Yang konsekuensi logisnya adalah barter dengan akselerasi turunnya kualitas organ tubuh.

Lalu buat apa zat-zat addictive itu?

Kalo kemudian ada yang maksa gw, mengkonsumsi itu semua, nggak salah kan kalo gw menolak dengan sopan? seperti halnya gw menghormati hak siapapun yang berlawanan dengan cara gw menikmati pesta, untuk mengkonsumsi apa pun yang disukainya.

Tapi ketika hak gw mulai diinjak, apakah salah jika gw bersikap difensif?
walo gw bukan seorang Straight Edge yang Hard Liner, tapi sepertinya dalam kondisi seperti ini siapapun berhak menghajar intruder yang mulai menerjang teritori yang diyakini.

Mari jaga harmoni kehidupan,
Mari saling mehormati.

Gw sayang kalian!
Gw menghormati kalian!
Gw nggak pengen ada yang terluka!

Mari kita Berpesta!
Mari kita Berdansa!
Mari kita Bergembira Bersama!

Dan Damailah di Lantai Dansa!

"Hugh, I have spoken!"


Di kalangan temen-temen underground, cara hidup Straight Edge (sXe) udah cukup familiar. Interaksi sosial antara sXe dan non sXe terjalin harmonis dan saling menghormati. Gw berharap kesadaran untuk saling respek seperti itu terjadi pula di lingkungan ravers ato clubbers.

Untuk info lebih lengkap tentang Straight Edge, pls check : www.starightedge.org

"A revolution without dancing is a revolution not worth having."
- Emma Goldman (27 June 1869 - 14 May 1940),
Lithuanian-born writer, feminist & anarchist.