Style Spy 2006
Pertengahan November 2005, gw dapet brief bikin merchandise yang akan di rilis 2006 untuk sebuah produk soft drink. Seperti biasa, karena personality dan attitude brand yang agak rebel dan asik banget.. maka gw selalu antusias dan menempatkan brief kayak gini sebagai "Saat mengekspresikan mimpi-mimpi pribadi dengan budget dari orang laen".
Yang pertama dalam benak gue bukan bikin sesuatu yang lagi ngetrend, atau yang lagi disukai banyak orang... Gw pengen menyumbang sebuah alternatif pada dunia, ato sekedar muasin taste segelintir orang yang punya visi mirip dengan gw.
"Gw pengen create sesuatu yang ada di mimpi-mimpi gw!"
( ...ada cerita tentang quote di atas, dan akhirnya gw dapat pelajaran berharga itu. Dulu gw pernah dapet tawaran kerja sama bikin design t-shirt, gw mikir lama, gw bertanya-tanya tentang trend yang lagi jalan.
Selama hampir sebulan terombang-ambing dalam kebingungan dan ketidak pedean, akhirnya gw nemu pencerahan itu! "Kenapa nggak gw buat aja yang lagi pengen gw pakai?" Empat bulan kemudian, beberapa clothing line papan atas dunia ngeluarin design dengan konsep bahkan eksekusi yang nyaris mirip... )
Di akhir desember 2005, gw browse beberapa situs fashion. Anehnya beberapa diantara web site itu berstatus 'Under Construction', seharusnya di akhir tahun gini mereka udah bukan nyiapin, tapi udah siap dengan kosep yang akan mereka tawarkan untuk membuka musim baru.. aneh???
Di awal January, kemudian di awal February mereka masih saja bungkam. Gw curiga apakah mereka belom siap, ato terjadi persaingan yang sengit antar industri itu. Ato lebih gilanya telah terjadi spionase dan pencurian blueprint di dalam tubuh mereka.
Kemarin 22 Maret 2006, partner gw berteriak di depan laptopnya, "Ih! bajunya genit-genit!" Dengan penasaran gw liat monitornya.. Kayaknya mereka setuju, bahwa dunia harus lebih romantis, baju buat ceweknya emang sukses, tapi gw kurang setuju kalo cowok harus jadi genit. ...New York, Paris, Tokyo, London, Italy akhirnya membuka koleksinya ke publik untuk 2006. Dan akhirnya hasil pikiran gw tentang warna dunia di tahun 2006, mungkin justru yang telah di curi mereka. heuheuheuheu....
Di bawah ini adalah ide yang gw develop sepanjang akhir tahun 2005
untuk look campaign 2006 sebuah produk soft drink.

Semangat rebel-romantik dengan detail motif floral, vintage accessories terlihat juga di beberapa web site ini: www.replay.it • www.misssixty.com • www.mone11.com
Bytheway:
gw pertama liat Argento (dan langsung naksir) di B. Monkey, 1998,
film dengan cerita dan sinematografi yang keren!
FFWD manifesto
Apakah Fashion Statement-mu di jumat ini?
kemaren, tepatnya kamis 2 Maret, gw terbersit ide bikin sebuah gerakan pembebasan ber-fashion di tiap hari jumat. Nggak sekedar lucu-lucuan, ato fun-fun-an belaka.
Ini muncul karena keprihatinan gw, setidaknya yang gw lihat dan rasakan di lingkungan kerja gw (mungkin juga terjadi di lingkungan yang laen), sebuah perusahaan yang berbasis kreatifitas. Pada sebuah perhelatan di kantor, pucuk pimpinan memanggil seorang karyawan ke depan, semata karena beliau yang terhormat ini nggak setuju dengan fashion statement kawan gw yang satu ini. Beliau ini merasa malu bahkan tak sudi mengakui apalagi bertegur sapa (anjrit! inikah sebuah sikap yang terhormat?) dengan si punker ini tatkala berdiri dalam satu lift. Menurut beliau, "Saya malu dengan CEO dari kantor-kantor tetangga segedung kita." Nggak tau ini bercanda ato nggak, tapi ketidak sukaan beliau ini nyata terlihat.
Padahal kalo dilihat, gaya punk temen gw ini masih enak dilihat, nggak mempertontonkan bagian tubuh pribadi sekedar mohawk stylist berhi-light, dengan short dan skate shoes berkaus kaki putih cerah. (kalo alasannya normatif, masih lebih sopan banget jika dibandingin cewek-cewek berhipster, sehingga belahan pantatnya terlihat, tapi kenapa dari katagori ini nggak dipanggil si babe ke depan?)
Ya iyalah, kalo dibandingkan dengan kantor lain yang rata-rata adalah perusahaan perbankan, keuangan jelas 'baju' mereka punya tuntutan style yang sangat formal dan mungkin cenderung konservatif untuk memberi kesan stabil dan aman pada nasabahnya. Beda banget dengan tradisi creative base company yang merupakan pabrik ide progresif-revolusioner. Lagian juga, kita ngerti kok, kalo misalnya ada meeting dengan klien, dengan kesadaran penuh kita akan berganti dengan kostum meeting. Atau dia nggak pernah tahu kali ya? Ato mungkin udah terjebak pada kemunafikan tertentu.
Entahlah Gw bener-bener kaget dan nggak habis pikir dengan tingkat kedewasaan dan keterbukaan berpikir big boss yang satu ini.
Di kelas Pro, hal-hal seperti ini seharusnya udah berhenti dipermasalahkan dari lima tahun yang lalu, ato setidaknya bukan di kota semetropolis Jakarta, kalo gw boleh ngebandingain dengan Jogja, tempat kuliah gw lima tahun lalu ato kelurahan Kuta, sekitar 1.500 km arah timur dari Ibu Kota, di mana tiga tahun lalu gw pernah tinggal di sana...
Sekembalinya dari bahan tontonan di depan di panggung, temen gw jalan ke arah gw sambil cengar-cengir dengan agak-agak dongkol. Terus gw bilang ke dia, "Si boss malu tanpa alasan yang kuat, dia mungkin punya semacam trauma di masa kecilnya atau entahlah".
terus gw bilang ke dia lagi, "Ngomongin soal pakaian, sebenernya di lubuk paling dalam hati tiap manusia punya impian pribadi tentang style fashion yang pengen di pakenya... tapi tak setiap orang punya kesempatan itu, dan yang pasti, tak setiap orang 'Punya Nyali' untuk mewujudkannya." Lalu gw kaget sendiri dengan apa yang barusan gw bilang ke temen gw ini. Ini ternyata soal NYALI. Gw ngrasain bahwa nyali gw ternyata lambat laun juga mulai terkikis.
Lalu munculah ide FFWD ini..
FFWD >> Fashion Friday Without Discrimination! (terima kasih buat Farika yang selalu mengkoreksi bahasa Inggris gw yang masih juga selalu berantakan, heuheuheu..)
Sebuah gerakan yang memberikan satu hari untuk membiarkan diri kita, bener-bener jadi diri kita sendiri, tanpa diskriminasi terhadap style-style tertentu, terhadap mimpi-mimpi tertentu.
Tiap hari jumat, orang-orang akan membebaskan ekspresinya berfashion di hari Jumat. punk, gothi, pop, disco, classic, konservatif, dangdut, army look, wild west, metal, buruh, hi-tech, post-mo semua mendapatkan kebebasan berfashion di hari jumat. Kebayangkan setelah ini di tiap jumat, kita akan lihat warga jakarta lebih rupawan dan mempesona, Setelah empat hari sebelumnya ditindas formalitas.
Menurut Alia, seorang temen gw yang selalu saja mempesona di tiap-tiap hari yang dilaluinya ..cieee, "Mempesona tidak sama dengan glamor atau memamerkan kekayaan berlebihan, tampil mempesona itu seperti memberi secercah cahaya buat orang lain."
Yah, mari kita memberi secercah cahaya buat Jakarta yang makin sumpek ini.
Kalo setuju dengan gerakan ini,
buat yang online Y!messenger, boleh pasang FFWD jadi status di hari jumat.
Kalo ada rejeki, gw pengen juga bikin pin FFWD aneka warna buat dibagi-bagi. heuheuheu...
Perbincangan tentang FFWD >>
• What the FFWD?

Dan buat Tizar, mungkin big boss nggak suka dengan fashion statement lo, nggak pentinglah itu, toh lo bukan gay kan? Karena yang penting, saat ini ada seorang perempuan rupawan telah terpesona oleh kejujuran hati, sikap dan nyali lo.
Selamat menempuh kehidupan baru, bro!